Access Point dalam jaringan
computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP)
adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk
terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait.
Acces Point memiliki beberapa fungsi, antara lain :
1. Mengatur supaya AP
dapat berfungsi sebagai DHCP server
2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP)
dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
3. Mengatur akses
berdasarkan MAC Address device pengakses
4. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan
lokal dengan jaringan wireless/nirkabel
Bagi pengguna internet aktif, mungkin sudah sebagian tau tentang Access
Point (AP), apa lagi kalau dirumahnya ada akses hotspot gratis, kita bisa akses
hotspot tersebut dengan mudah melalui Notebook/Laptop atau mungkin di
handphone yang memiliki device wifi, trus bagaimana jika kita mau access
melalui PC ???
Nah, pada posting kali ini akan dijelaskan bagaimana setting AP sebagai Penerima atau Client. Disini saya menggunakan Access Point Pada merk TP-Link TL-WA701N.
Nah, pada posting kali ini akan dijelaskan bagaimana setting AP sebagai Penerima atau Client. Disini saya menggunakan Access Point Pada merk TP-Link TL-WA701N.
Berikut ini adalah langkah-langkahnya :
1.
Sama seperti mengkonfigurasikan Access
Point lainnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyamakan address
antara Access Point dengan sebuah laptop sehingga alamatnya berada pada satu
network. Biasanya alamat ip tersebut terletak di
bawah AP
2.
Setelah itu, nyalakan Access Point.
Perhatikan adaptor yang digunakan, apakah voltage-nya sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada label access point atau tidak. Jika
tidak, maka sebaiknya jangan menyalakan access point tersebut dengan adaptor
yang tidak sesuai.
3.
Setelah itu koneksikan access point dengan
laptop dengan menggunakan kabel straight.
4.
Buka sebuah web browser pada laptop, kemudian
ketikkan alamat IP default dari access point tersebut.
5.
Setelah itu akan muncul sebuah kotak
dialog Authentication Required. Isikan username dengan admin dan isikan
password dengan admin. Kemudian klik OK.
6. Kemudian akan muncul sebuah halaman web seperti berikut :
7.
Klik teks "Network" pada jendela
sebelah kiri untuk mengatur tipe jaringan (Static IP / DHCP), main IP dari
access point (IP local), dan subnet mask. Jika IP access point diubah dari IP
default-nya, maka halaman web akan menghilang. Untuk menampilkannya kembali,
ubah IP laptop sehingga menjadi se-network dengan IP access point yang baru.
Setelah semua pengaturan selesai, klik Save. Contoh :
8. Setelah itu lakukan pengaturan
wireless dengan meng-klik teks Wireless pada jendela sebelah kiri
kemudian pilihWireless Setting.
9.
Pengaturan yang perlu dilakukan
adalah pengaturan SSID (nama jaringan), Region, Channel,
dan Mode. Yang lainnya adalah pengaturan opsional (tergantung kebutuhan).
Contoh :
10. Setelah
itu lakukan pengaturan untuk DHCP agar device yang terkoneksi akan mendapatkan
IP secara otomatis dari access point. Klik teks DHCP pada jendela
sebelah kiri, kemudian pilih DHCP Settings. Contoh :
11. Setelah
semua pengaturan selesai diberikan, reboot access point dengan meng-klik
teks System Tools kemudian pilih Reboot.
12. Sistem
access point akan restart dalam beberapa saat yang diindikasikan oleh
persentasi seperti gambar berikut :
Setelah
proses restarting selesai, maka selanjutnya adalah lakukan pengetesan jaringan
access point yang baru dibuat. Gunakan sebuah laptop lain untuk mengakses
jaringan wireless dengan nama tujuh. Kemudian lihatlah IP DHCP yang diperoleh
laptop tersebut selama terkoneksi dengan jaringan tujuh. Tentunya IP yang
didapatkan akan berada pada range 10.10.7.10 sampai 10.10.7.20.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar